ketika rasa berbakti di pertanyakan
August 18, 2009
Ketika masalah keturunan di pertanyakan, akyu hanya bisa tersenyum sambil berkata ” mohon doanya aja, biar kita bisa di beri keturunan yang shaleh secepatnya.” hihihihi… bukan, akyu bukannya mo curhat tentang masalah ini lagi. masak iya sih, baru dateng lagi berkunjung ke ” rumah” ini trus langsung curhat dan menangis-nangis gitu sih?…. (huhuhuhu padahal sih memang maunya akyu begitu tuh,tapi ga enak aja. takut di betein sama yang baca).
I just want to share my thoughts that keep sounding in my head.
Akyu memang sudah menikah, sudah bisa di anggap pantas untuk menjadi orang tua dari anak2 kami berdua. Namun, akyu pun masih sebagai anak dari kedua orang tuakyu. Sebagai anak yang ingin slalu berbakti kepada orang tua, kami (akyu dan hubby) berusaha untuk menyenangkan kedua orang tua kami.
Ingin rasanya memiliki semua kekayaan yang dimiliki oleh manusia di muka bumi ini, untuk menyenagkan hati mreka.
Seandainya rasa lelah, kesal dan bete ini bisa kami hilangkan, ingin rasanya kami selalu tersenyum kepada mreka dan berbaik hati dengan mreka. Walau kami merasa kesal
Ketika rasa berbakti kami dipertanyakan, kenapa masalah ‘belum memiliki keturunan’ ini kadang mreka cuatkan ke permukaan?? Adakah hubungannya??
Apakah rasa pengorbanan yang orang tua kami rasakan ketika membesarkan kami berdua, belum bisa kami rasakan karna kami belum memiliki keturunan??
Sigh …. …. seandainya mreka semua tahu kalau kamipun berdoa dan berharap agar kami bisa merasakan nikmat itu.